logo

CV. ABC Palem Lestari

ABC Palem merupakan Partner Resmi dari PT. Cipta Piranti Sejahtera (CPSSoft) yang melayani Penjualan Accurate Accounting Software dan Rene Point of Sale, Training, & Konsultasi.
tamanpalem@myabcshop.com
+62 (21) 5439 2729

5 Kesalahan Fatal Yang Sering Terjadi Dalam Manajemen Inventori Bisnis Online

 > Bisnis #GoLimitless  > 5 Kesalahan Fatal Yang Sering Terjadi Dalam Manajemen Inventori Bisnis Online

5 Kesalahan Fatal Yang Sering Terjadi Dalam Manajemen Inventori Bisnis Online

Bagi anda yang menggeluti bisinis penjualan online, pastinya anda kerap kali bersinggungan dengan persediaan barang. Apakah persediaan tersebut berskala besar maupun skala kecil, semuanya harus dicermati perihal persediaan barang ini. Di masa lalu, melacak persediaan barang dilakukan dengan cara manual, dengan tumpukan kertas-kertas yang berisi informasi dan statistic dari produk, namun diera informasi ini melacak persediaan barang dipermudah dengan kehadiran teknologi. Kehadiran teknologi dianggap mampu menciptakan efisiensi pekerjaan khususnya dalam mencatat persediaan barang. Namun begitu, permasalahan di persediaan barang tetap saja timbul meskipun sudah menggunakan teknologi dan memaksimalkannya untuk mencatat persediaan barang.

Jika bisnis anda berjalan lancar, maka produk-produk secara berkala masuk dan keluar dari gudang persediaan barang anda. Kesalahan kecil atau kelalaian sedikit bisa berakibat fatal dalam memastikan persediaan barang. Kesalahan seperti salah pengiriman, keterlambatan pengiriman yang berujung kepada gagalnya pengiriman. Hal-hal seperti ini bisa berdampak pada kelangsungan bisnis dan kepercayaan konsumen. Maka dari itu penting bagi anda untuk menyadari kesalahan-kesalahan yang kerap kali terjadi di manajemen persediaan (inventory management). Dan berikut lima kesalahan yang sering terjadi dalam manajemen persediaan dari bisnis online

 

1. Over Selling Dan Over Ordering Produk

Salah satu aturan yang paling penting untuk membangun dan mempertahankan reputasi dan profesionalisme dalam industri apapun adalah  harus mampu memenuhi pesanan dari konsumen. Ya, hal ini memang sangat mendasar. Meskipun begitu, banyak perusahaan membuat kesalahan dengan overselling dan over ordering. Sebagai orang yang menjalankan bisnis yang menjual produk, anda harus tahu benar persediaan barang yang ada. Pikirkan juga arus masuk dan keluar barang sehingga anda bisa mengetahui kapan anda bisa menjual secara besar-besaran dan kapan anda harus memesannya lagi. Sekarang ini banyak software yang bisa membantu anda dalam memantau persediaan barang di gudang, jadi anda bisa mengambil keputusan untuk menjaga persediaan barang anda tetap ada.

 

2. Lemahnya Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)

Ada yang harus lebih diperhatikan dalam bisnis anda selain menjual barang atau produk sampai habis terjual dan memesannya lagi. Sebagai pebisnis anda harus mengetahui produk atau barang yang anda jual terbuat dari apa? Dimana anda bisa menemukan bahan baku dari produk atau barang anda? Apakah supplier anda selalu bisa memenuhi permintaan anda? Semua hal yang menyangkut proses pembuatan produk dari bahan baku sampai bahan jadi harus anda pikirkan. Sebab hal ini bisa berdampak pada persediaan barang anda. Dalam ilmu bisnis, hal-hal tersebut merupakan manajemen rantai pasok (Supply Chain Management). Di dalam Supply Chain Management dijelaskan sejak produk masih dalam keadaan mentah (bahan baku) sampai barang jadi yang diterima di tangan konsumen. Manajemen Rantai Pasok yang baik akan semakin menguntungkan bagi bisnis anda. Efek jangka panjangnya adalah bisa menjaga nama baik perusahaan dan keberlanjutan bisnis anda.

 

3. Masalah Penentuan Harga

Ketika menjual sebuah barang atau produk, pastinya anda akan mempertimbangkan harga. Harga dipengaruhi berbagai macam faktor mulai dari keadaan perekonomian negara, biaya produksi, persaingan, serta elastisitas permintaan. Harga yang dipatok lebih murah maka akan berdampak pada permintaan yang lebih besar. Hal ini lah yang harus anda cermati ketika memasang harga terlalu murah dan tidak mengantisipasi jika meningkatnya permintaan yang bisa mempengaruhi persediaan.

 

4. Kurangnya Pelatihan Sumber Daya Manusia

Memiliki software yang mampu mengotomatisasi dengan baik semua proses termasuk proses persediaan barang tentunya sangat ideal bagi setiap perusahaan. Namun dibalik itu semua, ada orang yang bertugas untuk mengoperasikan dan menjalankan regulasi di setiap proses termasuk persediaan. Kurang handal dan cekatannya SDM di dalam divisi persediaan juga bisa mempengaruhi timbulnya kesalahan-kesalahan yang harusnya bisa diantisipasi. Maka dari itu pelatihan SDM dirasa penting untuk meningkatkan kemampuan serta menumbuhkan sikap profesioanalisme dalam bekerja.

 

 5. Perkiraan Permintaan Yang Tidak Akurat

Salah satu penyebab seringnya kesalahan yang terjadi dalam manajemen inventori bisnis online adalah perkiraan permintaan yang tidak akurat. Baik itu menurut perhitungan secara manual maupun dengan program atau software yang dapat membantu dalam hal forecasting.

Kedua cara tersebut bisa saja salah baik itu terjadi pada human error atau bug yang terjadi dalam aplikasi yang tentunya bisa berakibat fatal dalam rencana produksi. Akibatnya, pemilik bisnis tidak memiliki produk yang cukup yang diinginkan oleh pelanggan.

Pertama dan yang paling utama yang harus dimiliki oleh sebuah sistem manajemen persediaan (inventory) adalah bebas dari bug dan kesalahan data. Perkiraan (forecasting) permintaan sangat penting digunakan untuk memproduksi jumlah yang tepat dari suatu produk dan jika perhitungan tersebut meleset, pemilik bisnis bisa saja mengalami kesulitan bahkan kerugian.

Persediaan bagi bisnis apapun termasuk bisnis online ibarat aliran darah yang amat vital bagi keberlangsungan bisnis. Persediaan barang dituntut untuk tetap berjalan lancar sebagaimana aliran darah di dalam tubuh manusia. Adanya masalah yang timbul dalam menangani persediaan barang bisa berdampak pada keseimbangan perusahaan dalam menjalankan roda bisnis. Jelasnya, jika peredaran atau perputaran tersebut macet atau mengalami gangguan sedikitpun maka kemungkinan terburuknya perusahaan akan mengalami gulung tikar. Jadi untuk tetap menjaga bisnis anda tetap tumbuh dan berkembang, mulai sekarang cermatlah dalam memantau proses persediaan secara berkala.

 

software akuntansi