Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
logo

CV. ABC Palem Lestari

ABC Palem merupakan Partner Resmi dari PT. Cipta Piranti Sejahtera (CPSSoft) yang melayani Penjualan Accurate Accounting Software dan Rene Point of Sale, Training, & Konsultasi.
tamanpalem@myabcshop.com
+62 (21) 5439 2729

Ragam Kekeliruan Bisnis Online yang Sering Membuat Pebisnis Kewalahan

ABC Palem > Accurate Online  > Ragam Kekeliruan Bisnis Online yang Sering Membuat Pebisnis Kewalahan

Ragam Kekeliruan Bisnis Online yang Sering Membuat Pebisnis Kewalahan

Bisnis online kini menjadi andalan bagi sebagian besar pebisnis modern. Karena jenis bisnis yang satu ini sangat mudah dijalankan serta keuntungan cukup menjanjikan. Untuk urusan pengelolaan keuangan bisnis online, Anda pasti selalu mengandalkan Accurate Online. Accurate Online merupakan software pembukuan sangat user friendly meskipun Anda tidak mengerti dengan akuntansi, namun Anda tetap bisa menggunakan dengan manual book yang ada dan memiliki fitur yang lengkap.

Pengaturan mengenai penjualan, pembelian, dan persediaan barang-barang bisa disesuaikan dengan kondisi bisnis Anda. Proses pengelolaan keuangan dengan Accurate Online yang praktis akan mendukung kelancaran bisnis online Anda. Apa lagi saat ini Accurate Online sudah terintegrasi dengan tiga marketplace besar di Indonesia, Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak sehingga memudahkan Anda dalam mengelola catatan penjualan dari marketplace. Meskipun proses pengelolaannya lebih mudah dibandingkan bisnis konvensional, Anda harus tetap menjalankan bisnis online dengan cermat. Anda harus bisa mengantisipasi beberapa kekeliruan berikut ini supaya bisnis online berjalan lancar:

Barang atau Jasa yang Tidak Sesuai dengan Ekspektasi Pelanggan

Hal yang satu ini memang kerap terjadi ketika pelanggan sudah menerima barang atau jasa yang Anda sajikan. Kalau barang atau jasa tersebut kurang sesuai dengan ekspektasi pelanggan, kemungkinan besar pelanggan akan merasa kecewa.

Namun, Anda tak perlu terlalu khawatir. Sebab Anda bisa melakukan antisipasi dengan cara mencantumkan deskripsi barang atau jasa secara rinci. Pastikan bahwa calon pelanggan Anda sudah mengetahui deskripsi barang atau jasa dengan benar. Agar kesalahpahaman setelah belanja online bisa diminimalkan.

Kerepotan Melayani Pertanyaan Pelanggan

Pelanggan yang merasa insecure saat hendak belanja online biasanya akan bertanya secara detail kepada Anda. Bahkan mungkin Anda merasa sangat kewalahan menanggapi pertanyaan tersebut. Anda dapat menyiasatinya dengan menyiapkan deskripsi barang atau jasa yang detail. Kalau Anda sudah berhasil mengembangkan bisnis online berskala besar, Anda juga bisa mempekerjakan admin khusus untuk menjawab semua pertanyaan pelanggan. Dengan demikian, waktu Anda tak akan banyak tersita dan Anda lebih leluasa mengurus hal-hal penting lainnya.

Alamat Pengiriman yang Keliru

Masalah pengiriman yang terhambat juga tak bisa lepas dari dinamika bisnis online. Alangkah lebih baik jika Anda menanyakan alamat pengiriman secara teliti kepada pelanggan. Sehingga kesalahan pengiriman atau insiden paket nyasar dapat diminimalkan. Tak ada salahnya pula jika Anda meminta informasi tentang patokan alamat pelanggan jika alamat tersebut cukup sulit ditemui. Anda juga patut menyampaikan estimasi waktu pengiriman produk. Supaya pelanggan Anda bisa memperkirakan waktu kedatangan barang pesanannya.

Barang Rusak Ketika Dikirim

Barang-barang yang rentan pecah atau bertekstur lembut memang kerap rusak ketika dikirim. Kalau Anda pernah mengalaminya, pasti Anda jadi agak kapok dengan masalah tersebut. Sebenarnya Anda bisa menyiasatinya dengan cara mencantumkan label fragile (rentan) pada kemasan paket. Selain itu, Anda juga bisa melapisi produk dengan kertas tebal dan plastik bubble wrap. Hal sederhana tersebut sangat penting untuk meminimalkan risiko kerusakan barang akibat guncangan selama perjalanan. Seiring dengan bertambahnya pengalaman bisnis online Anda, pasti Anda semakin terlatih untuk mengirim barang dengan kemasan yang aman.

Calon Pelanggan yang Berniat Menipu

Risiko penipuan juga kerap mengintai para pebisnis online. Para penipu yang berkedok menjadi pelanggan sering berpura-pura sudah membayar barang yang dipesannya. Oleh sebab itu, Anda harus lebih teliti ketika melakukan transaksi online. Pastikan bahwa Anda sudah memeriksa uang yang ditransfer pelanggan ke rekening Anda. Jangan langsung memproses pengiriman barang kalau belum menerima pembayaran dari pelanggan. Ketelitian akan menghindarkan Anda dari risiko penipuan ketika menekuni bisnis online.

Terburu-Buru Menarik Pegawai

Anda sudah merasa lelah dengan banyaknya pesanan dari pelanggan? Padahal bisnis Anda baru saja berkembang. Memang tidak salah apabila Anda meng-hire seorang pelanggan. Namun, sebaiknya Anda harus memikirkan bagaimana cashflow bisnis online Anda. Jika cashflow Anda masih kembang kempis, sebaiknya Anda menunda untuk merekrut seseorang untuk menjadi staff Anda.

Selain enam kekeliruan tersebut, masih banyak hal lainnya yang berisiko mengganggu kelancaran bisnis online Anda. Seiring dengan bertambahnya pengalaman berbisnis online, Anda pasti akan semakin bijak dan teliti menyikapi semua permasalahan yang terjadi. Mari berbisnis online secara telaten agar bisnis Anda semakin populer dan dipercaya banyak orang.

Navadelia
No Comments

Post a Comment

Comment
Name
Email
Website