skip to Main Content
5 Kerugian Yang Bisa Terjadi Jika Tidak Mengatur Persediaan Barang Perusahaan

5 Kerugian yang Bisa Terjadi Jika Tidak Mengatur Persediaan Barang Perusahaan

Persediaan barang memainkan peranan penting dalam operasional perusahaan. Pada umumnya, perusahaan menyimpan stok barang berupa bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi. Keberadaan barang tersebut mendukung kegiatan produksi perusahaan atau langsung dikirimkan kepada pelanggan.

Boleh dibilang, persediaan merupakan bagian utama modal kerja. Jumlahnya tergolong besar sehingga perlu sistem inventori khusus, seperti software akuntansi Accurate 5. Sekarang, bayangkan jika Anda bekerja di sebuah perusahaan yang belum mengatur persediaannya dengan cermat. Apa saja kerugian yang akan muncul?

Kegiatan Produksi dan Penjualan Terhambat

Persediaan Barang

Perusahaan yang memproduksi barang sendiri, misalnya perusahaan manufaktur, perlu bahan baku dalam jumlah banyak demi kelancaran produksi. Jika bahan baku terbatas, atau habis, tentu kegiatan produksi akan terhambat. Ini akan berimbas pula pada tingkat penjualan perusahaan.

Begitu pula dengan perusahaan dagang. Saat stok barang menipis atau kosong, otomatis mereka tidak bisa berjualan. Tidak ada barang untuk dijual, tidak ada pendapatan, dan bisa membuat pelanggan kecewa.

Tidak Ada Dukungan Kegiatan Operasional, Perawatan, dan Perbaikan

Persediaan Barang

Ketika stok barang menipis, kegiatan operasional perusahaan bisa terganggu. Sementara, pada perusahaan yang mengandalkan mesin-mesin produksi, peralatan, atau bangunan, kehadiran stok suku cadang dibutuhkan guna mendukung kegiatan perawatan dan perbaikan.

Jika mesin rusak, tidak ada persediaan suku cadang, konsekuensinya adalah produksi terhambat, serta bisa merembet pada distribusi dan penjualan. Sistem inventori standar dalam Accurate 5 mampu meminimalkan risiko tersebut.

Kesulitan Memenuhi Permintaan

Persediaan Barang

Tingkat permintaan konsumen pada suatu barang tidak bisa diprediksi. Permintaan memang sesuatu yang tidak pasti dan bisa berubah-ubah jumlahnya. Anda sulit memperkirakan apakah pada bulan sama di tahun berbeda tingkat permintaan barang akan sama.

Maka, jika Anda abai mengatur stok barang, besar kemungkinan perusahaan akan sulit memenuhi permintaan yang tidak pasti tersebut. Konsekuensinya, Anda tidak punya persediaan barang cukup untuk melindungi perusahaan dari ketidakpastian permintaan, sehingga kondisi kekurangan stok bisa terjadi.

Lambat Mengantisipasi saat Pasokan Berkurang

Persediaan Barang

Sama seperti permintaan, Anda tidak bisa menjamin apakah supplier langganan bisa terus memasok barang secara konsisten. Kendala produksi di pemasok, isu transportasi, dan pengiriman terlambat hanya sedikit dari sekian faktor yang bisa menghambat pasokan barang perusahaan. Apabila Anda tidak mengantisipasi kondisi tersebut dengan menerapkan sistem inventori, bisa jadi Anda akan kewalahan. Ujungnya, produksi terhambat, penjualan pun terganggu.

Pengadaan Barang Tidak Efisien

Persediaan Barang

Anda berpikir, menyediakan barang dalam jumlah sedikit lebih aman karena lebih cepat habis terjual, tanpa perlu menimbun stok barang. Namun, mengisi persediaan sedikit-sedikit tetapi sering justru membuat pengadaan barang perusahaan tidak efisien.

Jangan lupa, Anda juga perlu memperhitungkan komponen biaya, seperti persiapan pengadaan barang dan pengiriman. Padahal, pengadaan justru bersifat ekonomis apabila Anda lakukan dalam jumlah tertentu. Perusahaan perlu melakukan pemesanan dalam jumlah besar sebagai persediaan barang selama jangka waktu tertentu.

Itulah 5 kerugian yang bisa terjadi jika Anda tidak mengatur persediaan barang perusahaan. Software akuntansi Accurate 5 dapat membantu Anda membangun sistem inventori dan memperlancar operasional perusahaan. Yuk, percayakan urusan bisnis Anda kepada Accurate Software sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top