fbpx
skip to Main Content
5 Kesalahan Finansial Yang Harus Dihindari Entrepreneur

5 Kesalahan Finansial yang Harus Dihindari Entrepreneur

Keuangan merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah bisnis. Manajemen finansial yang rapi akan berdampak positif terhadap perkembangan dan kinerja perusahaan. Begitu pun sebaliknya. Sudah banyak kasus bisnis gulung tikar akibat kondisi keuangan yang berantakan.

Nah, bagaimana agar hal yang sama tidak sampai terjadi pada Anda? Hindari kesalahan financial berikut ini.

  1. Tidak Mencatat Uang Masuk dan Keluar

Kesalahan Finansial

Kesalahan financial ini umumnya dilakukan oleh pebisnis pemula. Kesannya sepele, tapi kebiasaan tidak mencatat keluar masuknya uang adalah bencana besar dalam bisnis. Sistem akuntansi yang rapi akan membantu Anda melacak dari mana saja uang masuk dan ke mana uang dikeluarkan. Dengan begitu, potensi kebocoran atau penggelembungan anggaran bisa dihindari semaksimal mungkin.

  1. Terlalu Berhemat

Kesalahan Finansial

Berhemat memang baik, tapi pakar financial menganggap teori ini kurang tepat jika diterapkan pada sesuatu yang betul-betul dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis Anda. Pada masa-masa awal pendirian bisnis misalnya, Anda memang cenderung mengeluarkan biaya yang besar.

Perlu diingat bahwa hal ini sangat wajar. Kelak jika usaha yang dijalankan sudah balik modal dan memberikan keuntungan yang besar, bolehlah Anda mengatur ulang strategi untuk menekan pengeluaran.

  1. Pembagian Pos Tidak Jelas

Kesalahan Finansial

Pembagian pos yang jelas sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran bisnis. Salah satu tujuannya adalah menstabilkan kondisi keuangan perusahaan agar bisnis tak sampai gulung tikar. Maka pastikan Anda sudah membuat pos-pos pemasukan/pengeluaran dengan matang sesuai proporsi yang dibutuhkan. Cara ini juga bisa dipakai untuk membantu memangkas biaya yang tidak perlu.

  1. Tidak Mengecek Real Cash

Kesalahan Finansial

Laporan keuangan ternyata dianggap masih belum cukup untuk mengukur kinerja sebuah bisnis, lho .Untuk mengetahui kondisi sesungguhnya, Anda perlu melakukan perhitungan real cash, terutama yang menyangkut catatan utang-piutang perusahaan. Jangan pernah abaikan hal ini, sebab sudah banyak contoh kejadian bisnis kolaps karena laporan keuangan yang disusun sama sekali berbeda dengan kondisi financial sesungguhnya.

  1. Menghabiskan Uang tanpa Mempertimbangkan ROI

Kesalahan Finansial

Meski dianjurkan untuk tidak terlalu berhemat, pebisnis juga disarankan untuk selalu mempertimbangkan ROI (Return on Investment) atas setiap rupiah yang dibelanjakan. Pastikan setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan imbal hasil yang positif untuk kemajuan bisnis.

 

Nah, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan finansial di atas, pebisnis perlu menggunakan software bantuan seperti Accurate Online. Platform akuntansi yang dapat dicoba gratis selama 30 hari ini menyediakan beragam fitur yang sangat berguna untuk mengelola pembukuan dan keuangan perusahaan dengan mudah dan praktis, yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun!

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top