skip to Main Content
Accurate 5, Cara Praktis Menentukan Nilai Persediaan Pada Sistem Inventori

Accurate 5, Cara Praktis Menentukan Nilai Persediaan pada Sistem Inventori

Perusahaan memiliki persediaan, yakni jenis aktiva yang akan dikonsumsi dalam operasional perusahaan maupun dijual kembali. Manufaktur dan perusahaan dagang menempatkan persediaan sebagai salah satu aset penting. Maka, penerapan sistem inventori dengan software akuntansi Accurate 5 akan membuat perencanaan dan pengendalian persediaan barang lebih mudah.

Setelah pembelian atau pengadaan, stok barang tersebut tidak hanya didiamkan menunggu dijual. Sebagai aset perusahaan, perlu perhitungan untuk mengetahui nilai barang yang ada. Dalam akuntansi, terdapat tiga metode menghitung nilai persediaan barang.

Metode LIFO (Last In First Out)

Sistem Inventori

Metode ini menerapkan pencatatan barang persediaan dengan asumsi unit persediaan yang terbaru atau terakhir dibeli, dikeluarkan lebih dulu. Sementara, unit persediaan pertama dibeli baru dikeluarkan beberapa waktu kemudian setelah stok terakhir habis.

Memang, pendapatan perusahaan dapat terukur lebih baik jika memakai metode ini. Namun, metode LIFO tidak lagi boleh digunakan perusahaan dalam penghitungan nilai persediaan barang. Berdasarkan PSAK 14 (Revisi 2008), penerapan metode ini membuat pajak perusahaan lebih kecil, khususnya ketika terjadi inflasi.

Itulah mengapa dalam Accurate 5, tidak terdapat pilihan metode LIFO.

Metode FIFO (First In First Out)

sistem inventori

Metode FIFO termasuk cara paling populer dalam menentukan nilai persediaan barang pada sistem inventori. Pencatatan persediaan barang memakai asumsi unit persediaan pertama masuk akan dikeluarkan lebih dulu. Jika stok lama habis, baru unit persediaan masuk terakhir dikeluarkan kemudian.

Metode ini mengikuti arus biaya aktual atau cash flow. Harga barang pun menyesuaikan dengan harga saat barang tersebut dibeli. Maka, pemakaian metode ini memudahkan Anda melihat perhitungan HPP barang yang dijual. Perusahaan yang menjual produk dengan masa kedaluwarsa biasanya menerapkan cara ini dalam manajemen persediaan.

Metode Average

Sistem Inventori

Sistem inventori juga kerap memakai metode average atau rata-rata tertimbang dalam menentukan nilai persediaan barang. Perhitungan dilakukan dengan asumsi rata-rata tertimbang unit serupa dan biaya unit yang dibeli selama jangka waktu tertentu.

Anda bisa membagi biaya barang tersedia dengan jumlah unit tersedia untuk dijual. Ini menghasilkan biaya rata-rata per unit. Kemudian, beban pokok penjualan dihitung berdasarkan harga rata-rata per unit. Jadi, nilai persediaan akhir barang akan dinilai sesuai nilai perolehan persediaan rata-rata yang telah masuk.

Ketiga metode di atas bisa Anda hitung secara manual dalam tabel dengan memasukkan data penjualan dan pembelian persediaan. Namun, perhitungan manual tidak selalu cermat. Selalu ada kemungkinan terjadi kesalahan, seperti input data atau salah rumus.

Memakai software Accurate 5 sebagai sistem pembukuan transaksi perusahaan jelas pilihan bijak. Tidak hanya memudahkan operasional perusahaan, software ini juga memberi Anda cara praktis menentukan nilai persediaan barang pada sistem inventori.

Apapun metode HPP persediaan yang Anda gunakan, manajemen persediaan barang perusahaan pasti bisa terkontrol dengan cermat. Tunggu apa lagi, segera gunakan Accurate Software di perusahaan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top