skip to Main Content
Berikut Tindakan Yang Perlu Anda Lakukan Saat Telat Bayar Pajak

Berikut Tindakan yang Perlu Anda Lakukan Saat Telat Bayar Pajak

Ada beberapa siklus yang harus dipatuhi oleh Wajib Pajak terkait hak dan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku. Salah satu tahap tersebut adalah pelaporan pajak melalui Surat Pemberitahuan (SPT). Untuk membantu mencatat jumlah pajak yang harus dibayarkan, sebuah badan usaha dapat menggunakan Accurate Online.

SPT Masa dan SPT Tahunan

Telat Bayar Pajak

Pelaporan pajak dapat dibedakan atas dua bentuk, yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. SPT Masa adalah surat pemberitahuan untuk melakukan pelaporan atas pajak untuk masa (bulan) tertentu. Batas akhir pelaporan SPT Masa, khususnya PPh Pasal 23 adalah pada tanggal 10 bulan berikutnya. Untuk pajak lainnya, ada aturan tersendiri.

Ada 9 jenis SPT Masa, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 26, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pemungut PPN.

Sementara itu, SPT Tahunan adalah pelaporan pajak yang dilakukan secara tahunan. Ada 2 jenis SPT Tahunan, yaitu SPT PPh Badan dan SPT Orang Pribadi. Batas pelaporan SPT Orang Pribadi adalah pada akhir bulan ketiga setelah berakhirnya tahun pajak. Untuk SPT Badan, batas akhirnya adalah pada bulan keempat.

Tindakan Saat Telat Bayar Pajak

Telat Bayar Pajak

Dengan menggunakan Accurate Online serta mengetahui batas-batas tersebut, Anda dapat mempersiapkan pelaporan dan pembayaran pajak dengan baik. Lalu, bagaimana jika sampai telat membayar pajak? Bagaimana membayar sanksi telat bayar pajak?

Menurut aturan perpajakan, denda telat lapor SPT khusus Wajib Pajak Badan adalah Rp1.000.000, sedangkan untuk Wajib Pajak orang pribadi adalah 2%.  Sanksi telat bayar pajak adalah 2% tiap bulan dari pajak yang belum dibayarkan. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyediakan dana untuk membayar denda tersebut.

Langkah selanjutnya adalah menunggu Surat Tagihan Pajak (STP) dari KPP. Anda juga bisa langsung mendatangi KPP terdekat untuk meminta STP tersebut. Berdasarkan STP tersebut, Anda bisa membayar pajak sekaligus sanksi telat bayar pajak melalui bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara).

Jadi, inilah tindakan yang perlu dilakukan untuk membayar sanksi telat bayar pajak. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat mengantisipasinya dengan memahami aturan yang baku soal pelaporan pajak. Accurate Online akan membantu Anda dalam merapikan pencatatan PPN dan PPh 23 sehingga proses pelaporan pajak lebih mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top