skip to Main Content
Promo Accurate Online, diskon hingga Rp 600.000,-

Pengertian, Contoh, dan Fungsi Klasifikasi Biaya

Dunia bisnis merupakan salah satu dunia yang paling banyak mengalami perkembangan, bergerak maju dan cepat sehingga diperlukan banyak strategi didalamnya. Contohnya saja adanya pembiayaan keuangan, operasional kerja, kegiatan perekrutan karyawan, evaluasi bisnis dan lainnya. Namun ada satu hal penting lainnya dalam dunia bisnis yang tidak boleh dilewatkan yaitu klasifikasi biaya.

Tentu saja, dalam berbisnis selalu saja berkenaan dengan namanya modal dan pembiayaan bukan ketika mengelola operasionalnya? Itu jelas membutuhkan klasifikasi. Dimana kegiatan peng-klasifikasian ini sendiri memang bertujuan untuk membedakan satu kebutuhan dengan kebutuhan lain sesuai besarannya. Nah bagi yang ingin mengenal lebih dalam mengenai klasifikasi biaya, pengertian, contoh dan fungsinya mari simak uraian berikut!

Read More

Mengenal Pengertian Leasing, Jenis, dan Keuntungannya

Pengertian Leasing

Leasing adalah pembiayaan peralatan atau barang modal suatu perusahaan yang akan digunakan untuk proses produksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Maksud dari pembiayaan disini adalah jika anda membutuhkan barang modal untuk usaha atau produksi tertentu misalnya mobil dapat di sewa atau di beli secara kredit melalui leasing. Pihak leasing dapat membiayai keinginan anda sesuai perjanjian yang disepakati antara kedua pihak.

Leasing dapat diartikan juga sebagai kegiatan pembiayaan perusahaan dalam rangka penyediaan barang-barang modal yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu. Pembayaran dilakukan secara berkala dan juga bisa menjadi hak milik perusahaan untuk memperpanjang waktu berdasrkan sisa uang yang ada dan telah melalui kesepakatan bersama. Jadi leasing adalah suatu perjanjian antara pemilik leasing (lessor) dan nasabah (lesse), Pihak lessor yang menyediakan barang yang akan di gunakan oleh lesse sebagai modal. Kemudian imbalan untuk lessor berupa bayaran sewa oleh lesse dalam waktu tertentu.

Read More

Mengenal Pengertian Merger, Tujuan, Dan Jenisnya

Pengertian Merger

Merger adalah perjanjian yang menyatukan dua perusahaan yang ada menjadi satu perusahaan baru. Ada beberapa jenis merger dan juga beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan harus melakukan ini. Merger biasanya dilakukan untuk memperluas jangkauan perusahaan, memperluas ke segmen baru, atau mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan nilai dari perusahaan itu.

Perusahaan-perusahaan yang melakukan hal tersebut biasanya memiliki ukuran, pelanggan, skala operasi, yang sama dan biasanya dilakukan untuk mendapatkan pangsa pasar, mengurangi biaya operasi, memperluas ke wilayah baru, menyatukan produk-produk, menumbuhkan pendapatan, dan meningkatkan laba yang semuanya akan berimbas pada keuntungan pemegang saham perusahaan.

Setelah merger, saham perusahaan baru didistribusikan ke pemegang saham yang ada di kedua perusahaan lama.

Read More

Remunerasi: Pengertian, Tujuan, dan Faktor Pertimbangan Lainnya

Pengertian remunerasi menurut KBBI adalah sebagai pemberian hadiah (penghargaan atas jasa dan sebagainya). Sebagai suatu sistem penggajian, remunerasi umumnya berupa imbalan uang atau barang yang diberikan atas pekerjaan yang telah dikerjakan tenaga kerja secara rutin sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perusahaan swasta atau instansi pemerintah. Secara lebih luas, remunerasi juga diartikan sebagai balas jasa atau imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja oleh perusahaan atau organisasi atas prestasi yang dikerjakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut.

Jadi, remunerasi pada intinya adalah pemberian imbalan sebagai manfaat finansial kepada tenaga kerja atas sumbangsih tenaga, waktu, dan pikirannya sehingga menghasilkan kinerja dan prestasi yang menunjang pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi. Besaran nominal remunerasi setiap perusahaan atau instansi berbeda-beda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan besaran remunerasi tersebut. Kemampuan finansial perusahaan, durasi dan masa kerja, kebijakan internal perusahaan, peraturan dan kebijakan pemerintah, serta permintaan dan penawaran dari tenaga kerja sendiri merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi besaran remunerasi.

Read More
×