skip to Main Content
ACCURATE Authorized Partner.
Kelola Manajemen Keuangan Perusahaan Anda Secara Efektif Dengan Accurate Lite

Kelola Manajemen Keuangan Perusahaan Anda secara Efektif dengan Accurate Lite

Apakah Anda sudah mengelola manajemen finansial perusahaan dengan baik dan benar? Pengelolaan finansial dapat dimulai dari membuat pembukuan usaha. Jika pembukuan sudah rapi, Anda bisa memperoleh laporan keuangan yang akurat. Untuk memudahkan pembuatan laporan finansial, gunakan perangkat lunak Accurate Lite.

Lebih dari 5000 pebisnis kecil maupun besar telah menggunakan software keuangan Accurate versi Lite untuk mengelola finansial perusahaan. Karena itu, Accurate menjadi Top Brand Award di tahun 2017 dengan perolehan persentase 20,6 persen.

Persentase tinggi yang diperoleh Accurate dalam ajang Top Brand Award menunjukkan kualitasnya nomor satu. Artinya, perangkat lunak ini sangat direkomendasikan untuk mengelola manajemen finansial perusahaan Anda.

Mengapa Perlu Mengelola Manajemen Finansial?

manajemen keuangan

Tahun 2010 silam, Amerika Serikat harus kehilangan perusahaan Enron yang bergerak di bidang listrik, gas alam, dan bubur kertas. Salah satu penyebab korporasi di Houston, Texas, ini adalah masalah keuangan. Beberapa sumber berita menyebutkan, Enron kerap memanipulasi laporan keuangan.

Peristiwa yang dialami Enron menunjukkan bahwa manajemen finansial dapat memengaruhi perkembangan perusahaan. Ketika pengelolaannya tidak terencana, seluruh sistem bisa terkena dampak buruk.

Sebaliknya, apabila Enron—ataupun perusahaan lain—mampu mengelola manajemen finansial dengan benar, hal-hal berikut ini lebih mudah dilakukan.

1. Mengontrol Pengeluaran

Accurate Lite

Masih ingat sosok Benjamin Franklin, sang pendiri Amerika Serikat? Ia mengungkapkan pentingnya mengontrol pengeluaran meskipun hanya biaya kecil. Menurut Benjamin Franklin, sebuah kapal bisa karam karena kebocoran kecil—begitu juga finansial perusahaan Anda.

Pengendalian finansial dilakukan dengan menetapkan kebijakan dan prosedur pemakaian dana perusahaan. Kebijakan itu meliputi cara mengarsipkan biaya-biaya dan penghasilan, membuat laporan, serta mengelompokkan penggunaan uang.

Selain biaya kecil (pengeluaran rutin), Anda juga harus memperhatikan pemakaian dana modal. Coba cermati, apakah modal tersebut bisa untuk membeli aset yang sebanding dengan penghasilan perusahaan. Agar tidak keliru memilih aset, pertimbangkan keuntungannya bagi bisnis Anda.

Lalu, apa yang terjadi jika Anda tidak bisa mengontrol pengeluaran perusahaan? Perusahaan bisa mengalami kebangkrutan di masa mendatang akibat penurunan profit.

Mengapa profit menurun? Salah satu penyebabnya, perusahaan tidak mampu memprediksi keseimbangan antara keuntungan dan biaya produksi yang dikeluarkan.

Sebaliknya, jika Anda mampu menekan pengeluaran, semua tagihan perusahaan bisa dibayarkan tepat waktu. Mulai dari tagihan listrik, alat produksi, air, pajak, sampai penggajian karyawan.

2. Menyusun Perencanaan Pajak

Accurate Lite

Anda sudah membayar pajak perusahaan? Kalau sudah, berarti posisi perusahaan sudah aman. Minimal, bisnis Anda terlihat lebih baik dengan cara berkontribusi melalui pembayaran pajak tepat waktu.

Selain itu, pajak juga membantu meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor dan klien. Mereka akan menganggap bisnis Anda sudah profesional jika mampu melunasi tagihan pajak secara rutin.

Perusahaan juga lebih mudah mendapatkan pinjaman dana kalau pajak dibayar tepat waktu. Pasalnya, ketika meminjam modal usaha dari lembaga keuangan, pasti menanyakan kelengkapan NPWP. Jika tidak ada masalah perpajakan, banyak investor yang mendekat.

Nah, untuk bisa melunasi tagihan pajak, Anda mesti merencanakan dan melakukan perhitungan secara tepat. Tentu, ketika sudah mampu mengelola manajemen finansial, perusahaan sudah bisa memperkirakan bujetnya.

3. Memantau Arus Kas

Accurate Lite

Anda pernah mengecek saldo akhir di perusahaan? Saldo merupakan bagian dari arus kas. Untuk bisa melihat jumlah akhirnya, tim keuangan perusahaan harus memiliki pembukuan.

Nantinya, pembukuan tersebut dijadikan bahan untuk membuat laporan arus kas. Adapun komponen laporan arus kas, meliputi cash inflow dan cash outflow. Laporan cash inflow mencakup keuntungan yang didapatkan dari penjualan produk. Sementara cash outflow terjadi akibat beban pengeluaran.

Biasanya, laporan arus kas dibuat dalam satu periode. Jika Anda mampu mengelola arus dengan baik, keuangan perusahaan tetap stabil. Seperti kata Mark W Boyer, bahwa kekuatan seseorang—salah satunya—terletak pada kemampuan mengendalikan arus kas.

Karena itu, perusahaan perlu mengelola manajemen finansial supaya memudahkan pengaturan arus kas. Artinya, Anda memiliki cukup kas untuk kegiatan operasional dan kebutuhan lain.

4. Memantau Jumlah Utang Perusahaan

Apakah Anda selalu memantau jumlah utang perusahaan? Utang adalah kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan kepada pihak ketiga. Jika utang tidak bisa dilunasi, akan berpengaruh pada reputasi bisnis Anda. Itu sebabnya, pemantauan perlu dilakukan secara berkala.

Mengapa? Pertama, dengan mengetahui jumlah utang, Anda bisa merencanakan investasi atau mengembangkan bisnis di lahan baru. Kedua, keuntungan maksimal perusahaan bisa diprediksi setelah semua utang dilunasi.

Ketiga, jumlah utang akan menentukan modal perusahaan di periode selanjutnya. Anda bisa memutuskan, apakah mencari modal tambahan atau merasa cukup dengan pendanaan internal perusahaan. Jika harus mencari keluar, jumlah utang menjadi indikator bagi pemberi modal.

Lantas, bagaimana caranya mengelola utang agar tidak menjadi beban?

Cara pertama, cobalah untuk fokus pada tujuan awal mengajukan utang. Pastikan, Anda sudah memiliki daftar kebutuhan atau kegiatan yang didanai menggunakan utang. Jangan lupa, mendata tempat mengambil utang supaya mudah dalam pembayaran.

Di samping itu, Anda perlu memanfaatkan teknologi untuk memantau jumlah utang secara akurat. Jika sampai salah menghitung utang, bisa terjadi perubahan di laporan arus kas perusahaan. Bahkan, beberapa kasus di sebuah perusahaan, ada penurunan arus kas akibat kesalahan tersebut.

5. Memudahkan dalam Membuat Laporan Keuangan

Accurate Lite

Laporan keuangan berisi informasi finansial perusahaan yang menunjukkan hasil kinerja manajemen. Umumnya, laporan keuangan dibuat dalam periode satu tahun sekali. Meski begitu, tidak jarang, perusahaan yang membuat laporan per beberapa bulan.

Laporan tersebut dibuat untuk pertimbangan dalam mengambil keputusan. Mulai dari keputusan penjualan, pembelian, utang, investasi, sampai pengembangan perusahaan. Bahkan, laporan keuangan menjadi acuan dalam memilih manajemen perusahaan.

Manajemen yang baik pasti mampu melihat secara jelas kondisi finansial perusahaan. Mereka tentu bisa menunjukkan data-data aktual kepada karyawan dan pengawas. Sebaliknya, manajemen yang buruk, kerap menghindar dan memanipulasi laporan.

Ada tiga jenis laporan finansial yang mesti dibuat oleh perusahaan. Pertama, laporan laba rugi atau income statement. Dari income statement, Anda bisa mengetahui beban perusahaan dan unsur penghasilan untuk mencapai keuntungan bersih.

Jenis laporan keuangan yang kedua adalah perubahan modal. Nilai modal perusahaan bisa diketahui setelah Anda menyusun income statement. Selain itu, ada laporan neraca atau balance sheet. Dalam neraca, terlihat jelas posisi finansial perusahaan.

Data di neraca bisa menunjukkan jumlah valid jika Anda memasukkan nilai aset, utang, dan ekuitas secara benar. Di samping itu, neraca dikatakan seimbang saat aktiva dan pasiva keluar dalam jumlah yang sama.

Apa itu aktiva dan pasiva?

Secara sederhana, aktiva merupakan harta perusahaan atau sumber ekonomi yang diharapkan bisa memberikan laba di masa mendatang. Contoh aktiva, antara lain piutang dagang, persediaan barang, properti, dan merek dagang.

Sementara pasiva, memiliki arti kebalikan aktiva, yakni pengorbanan ekonomi yang dilakukan perusahaan. Misalnya, utang dagang, utang wesel, biaya sewa, gaji karyawan, dan penghasilan ditangguhkan.

6. Menyimpan Dana Perusahaan secara Aman

Ketika menjalankan bisnis, tentu banyak hal yang Anda alami. Hal itu tidak selalu baik; ada kalanya buruk dan merugikan. Sebagai contoh, Anda sudah mengelompokkan dana untuk beberapa kebutuhan operasional. Tiba-tiba, harga bahan baku naik sehingga pengeluaran membengkak.

Itulah saatnya, manajemen finansial berperan. Anda yang memiliki manajemen finansial baik, pasti mampu menyimpan dana cadangan. Sumber dana cadangan tersebut bisa berasal dari keuntungan perusahaan setiap bulan.

Menyimpan dana juga bermanfaat untuk peningkatan bisnis di masa depan. Karena itu, dana harus disimpan di tempat yang terjamin keamanannya, seperti bank dan brankas. Jika menyimpan di brankas, pastikan ada kode pengamannya.

Kode pengaman bersifat rahasia. Jadi, beritahukan kode tersebut kepada beberapa orang saja. Dengan begitu, jika dana hilang, Anda bisa mengetahui pelakunya secara cepat.

 7. Memudahkan Mencari Sumber Dana untuk Kegiatan Perusahaan

Sewaktu masih sekolah, apakah Anda pernah mencari sumber dana kegiatan? Saat itu, bentuk penggalangan dana bermacam-macam, mulai dari mengamen sampai menjual berbagai barang.

Sama halnya dengan sumber pendanaan di perusahaan—yang menjadi bagian dari manajemen finansial. Ada tiga jenis sumber pendanaan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.

Sumber dana jangka pendek merupakan modal kerja perusahaan. Dalam rentang waktu satu tahun pembukuan, dana harus dikembalikan sejumlah awal. Sebagai contoh, perusahaan Anda mendapatkan pembiayaan dari bank dengan tempo 12 bulan.

Karena tempo hanya 12 bulan, pengembaliannya wajib sebelum jatuh tanggal tagihan. Contoh lain, kredit perdagangan dan persediaan. Keduanya, bisa berasal dari perorangan atau perusahaan lain yang terkait.

Sementara sumber dana jangka menengah, memiliki rentang pengembalian lebih dari satu tahun. Namun, tidak boleh melebihi jangka waktu lima tahun. Penggunaan dana jenis ini biasanya untuk memenuhi program tahunan perusahaan.

Beberapa contoh sumber dana jangka menengah, yakni equipment loan, leasing, dan term loan. Beda ketiga jenis sumber dana ini terletak pada lembaga dan tempo pengembalian. Equipment loan dan term loan memiliki jangka waktu lebih panjang daripada leasing. Prosesnya pun dikeluarkan oleh bank komersial.

Terakhir, sumber dana jangka panjang. Tujuan pendanaan ini mengarah kepada ekspansi usaha. Misalnya, membeli pabrik dan tanah, mengakusisi perusahaan lain, serta membangun proyek konstruksi.

Banyak perusahaan yang memilih model pendanaan jangka panjang karena pengembaliannya lebih dari lima tahun buku. Selain itu, cakupan fungsi pendanaan pun terbilang luas jika dibandingkan dengan sumber dana jangka pendek.

Adapun contoh sumber dana jangka pendek, antara lain penerbitan obligasi, listing go public, hipotik, dan saham. Laba ditahan juga bisa menjadi sumber dana jangka panjang. Bahkan, laba tersebut dapat dipakai untuk investasi perusahaan.

Jika dilihat dari asalnya, sumber dana perusahaan terdiri dari dua jenis, yakni internal dan eksternal. Salah satu sumber dana internal adalah dividen. Perolehan dividen melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bagaimana Accurate Versi Lite Membantu Mengelola Keuangan?

manajemen keuangan

Untuk memudahkan perusahaan mengakses Accurate melalui berbagai perangkat, PT CPSsoft membuat versi ringan dari software online-nya. Dengan builtin desaigner, software ini tampil lebih dinamis.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan Accurate untuk mengelola manajemen keuangan perusahaan Anda?

1. Memonitor Persediaan Barang Setiap Saat

Accurate Lite

Setiap pemilik usaha wajib mengontrol stok barang yang ada di gudang. Namun, pebisnis harus menghadapi banyak tantangan saat mengontrol stok. Salah satunya adalah hasil pemantauan tidak akurat.

Penyebab kesalahan hasil pemantauan, yakni pergerakan barang tidak bisa terdeteksi secara real time. Pebisnis harus memantau langsung ke gudang dan mencatatnya. Tentu hal itu kurang efektif serta mengganggu aktivitas bisnis yang lain.

Berlatar permasalahan tersebut Accurate versi Lite mempersembahkan fitur Stok Barang. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengecek jumlah penjualan per hari dan per bulan. Anda bisa melakukannya langsung dari smartphone atau tablet yang terhubung internet.

2. Mengetahui Keuntungan Usaha Kapan Saja

Keuntungan bisa Anda ketahui setelah menghitung omset. Namun, masalah yang sering muncul, pebisnis enggan mencatat transaksi harian di kertas atau buku. Karena itu, omset tidak bisa dilaporkan secara pasti.

Menjawab permasalahan tersebut, Accurate versi Lite menghadirkan fitur Pencatatan Pembelian dan Penjualan. Anda dapat menggunakan fitur secara real time. Dengan memasukkan data penjualan ke fitur tersebut, omset harian dapat diketahui secara akurat.

3. Mencatat Penjualan dari Berbagai Tempat

Accurate Lite

Anda tidak sempat ke kantor? Atau sedang melakukan kegiatan di luar kota? Namun, di sisi lain, Anda tetap ingin memantau penjualan produk.

Semua kendala tersebut bisa diatasi dengan menggunakan Accurate versi Lite. Anda dapat membuat faktur penjualan dan mengelola piutang secara mudah dari berbagai tempat.

4. Melakukan Scan QR atau Barcode

Accurate Lite

Belakangan ini, penggunaan kode QR atau barcode makin marak di Indonesia. Kode tersebut kerap dipakai sebagai alat pembayarannya nontunai. Anda cukup melakukan memindai kode ketika ingin membayar dengan barcode.

Accurate adalah salah satu software yang menyediakan fitur barcode untuk memudahkan pengguna. Fitur tersebut dipakai untuk mencatat penjualan dan mencari produk dari daftar. Setelah produk ketemu, Anda bisa mencetak melalui printer.

Untuk mengakses kode QR, Anda hanya butuh waktu sekitar 1—2 detik. Jika stok barang yang dicari tersedia, akan muncul di layar ponsel Anda. Biasanya, disertai daftar harga barang dan deskripsi singkatnya.

5. Membuka Laporan Keuangan secara Simpel dan Cepat

Accurate versi Lite mengemas laporan keuangan dengan tampilan simpel. Anda bisa membuat laporan dari smartphone secara cepat. Untuk membukanya pun tidak memakan waktu lama.

Pertama, Anda harus mengakses menu utama laporan. Langkah kedua, pilih salah satu opsi, yaitu Laba Rugi, Penjualan, Neraca, Biaya, dan Barang Terlaris. Kemudian, tentukan periode laporan, seperti bulan, tanggal, dan tahun.

Kalau periode yang dimasukkan sudah benar, klik tab “OK” di samping kanan bawah. Selanjutnya, layar akan menampilkan laporan lengkap sesuai permintaan pengguna.

 6. Memiliki Fitur Pendukung Perkembangan UMKM

Accurate Lite

UMKM adalah ujung tombak perekonomian Indonesia. Perkembangan UMKM dapat memengaruhi kesejahteraan bangsa. Minimal, UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitarnya. Untuk mendukung kemajuan UMKM, Accurate versi Lite menghadirkan fitur khusus.

Fitur tersebut meliputi Multi Cabang, Multi Gudang, dan Multi Proyek. Melalui Multi Cabang, pebisnis bisa memantau kondisi finansial seluruh cabang usahanya.

Kemudian, lewat Multi Gudang, pelaku bisnis dapat mengawasi arus barang di semua gudang yang berbeda daerah. Begitu pun Multi Proyek, membantu Anda mengawasi aktivitas melalui ponsel.

Demikian ulasan seputar pentingnya mengelola manajemen finansial perusahaan di masa sekarang serta fungsi fitur Accurate Lite bagi pengelolaan keuangan. Dengan melakukan pengelolaan keuangan yang benar, perusahaan akan terhindar dari penipuan dan penyalahgunaan wewenang.

Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang tips mengelola keuangan? Atau ingin membeli Accurate Accounting Software? Kunjungi situs abcpalem.com melalui desktop atau smartphone Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top