skip to Main Content
Promo berlangganan Accurate Online dengan diskon hingga 25%

Mengenal Budidaya Ikan Patin, dan Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen

Beberapa dari kita mungkin masih belum banyak yang mendengar ataupun menjalankan budidaya ikan patin. Padahal budidaya ikan ini mampu mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan dan menjadi sayang jika dilewatkan begitu saja. Nah, agar lebih lagi, berikut ini kami berikan tips dalam melakukan budidaya ikan patin.

Melakukan Budidaya Ikan Patin

Banyak para pebisnis yang masih kebingungan tentang memilih bisnis yang cocok atau sesuai untuk dijalankan. Beberapa ada yang lebih memilih melakukan bisnis kuliner, sebagian lainnya ada yang mencoba melakukan bisnis pada bidang tekstil, ada juga yang lebih memilih berbisnis properti, dll. Seluruh bisnis diatas mungkin masih sangat asing di telinga Anda. Namun, perlu Anda ketahui bahwa semakin umum bisnis tersebut, maka akan semakin banyak juga para pemain di dalamnya. Itu artinya, kompetitor Anda juga akan semakin banyak. Untuk itu, kali ini kami akan memberikan informasi suatu bisnis yang belum umum atau belum banyak pesaing di dalamnya, yaitu bisnis budidaya ikan patin. Bisnis ini juga tidak kalah dengan budidaya atau bisnis lainnya, karena jika dijalankan dengan tekun dan benar, keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga akan sangat menggiurkan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana Anda mengatur sistem keuangan di dalamnya, karena pengelolaan uang yang baik dan tepat akan sangat membantu mensukseskan setiap bisnis yang dipilih.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Patin

Apabila sebelumnya budidaya ikan hanyalah suatu hobi saja, maka saat ini hal tersebut bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Nah, salah satunya adalah dengan melakukan budidaya ikan patin. Kenapa harus ikan patin? Jika awalnya budidaya ikan merupakan sebuah hobi, maka kini ini juga bisa dijadikan peluang bisnis lho. Salah satunya adalah budidaya ikan patin. Mengapa ikan patin? Karena, ikan patin adalah salah satu jenis ikan yang sudah banyak dikenal di seluruh kalangan masyarakat Indonesia, bahkan ikan ini sudah tersebar ke hampir seluruh pelosok pedesaan dan banyak yang menggemari jenis ikan ini. Ikan patin atau yang memiliki bahasa ilmiah sebagai Pangasius hypophthalmus adalah salah satu jenis ikan yang masih satu keluarga dengan ikan lele dan masuk ke dalam golongan catfish. Kedua ikan ini sama-sama mempunyai kumis ataupun sungut dengan karakteristiknya yang tidak mempunyai sisik dan mempunyai semacam duri tajam pada bagian siripnya. Habitat asli ikan ini adalah berada di kawasan sungai Kalimantan, Sumatra, dan jawa. Ikan ini bisa tumbuh hingga mencapai 1-2 meter.

Lantas kenapa budidaya ikan ini termasuk salah satu budidaya ikan yang sangat potensial? Penyebabnya tentu saja karena pihak pemerintah sudah mengeluarkan suatu kebijakan khusus tentang pembatasan kuota impor ikan, sehingga proses peningkatan atau percepatan produksi ikan di dalam negeri bisa menjadi suatu tumpuan untuk kebutuhan pasar lokal. Ikan patin adalah jenis ikan yang mampu berkembang dengan cepat, sehingga melakukan budidaya ikan ini bisa dijadikan sebagai alternatif untuk berbisnis. Dalam kurun waktu 6 bulan saja, jenis ikan ini bisa tumbuh sepanjang 35-40 cm dengan berat yang hampir 1 kg, dengan catatan bisa dipelihara secara baik dan teratur. Lebih dari itu, harga jual ikan patin pun tergolong yang sangat tinggi, dan peminatnya pun sama banyaknya dengan jenis ikan lain.

Sehingga, untung yang bisa didapatkan dari bisnis ini juga tergolong besar. Selain itu, ikan ini juga memiliki kandungan zat gizi dan manfaat yang sangat, sehingga banyak dicari oleh para pembeli. Jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, ikan patin memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. Ikan patin diketahui memiliki lemak esensial DHA sebanyak 4,74%, EPA 0,31% dan lemak tak jenuh USFA sebanyak 50%. Itu artinya, ikan patin memiliki kandungan kolesterol yang rendah, yaitu hanya sebanyak 21-39 mg/100 gr nya, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi dan sangat cocok untuk Anda yang sedang melakukan program diet menurunkan berat badan. Oleh karena itu, harga jualnya pun cukup tinggi dan tidak pernah sepi peminat. Bagaimana? Tertarik menjalankan budidaya ikan patin? Berikut ini kami berikan tips nya agar bisa cepat panen dan bisa cepat menikmati hasilnya.

Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen

Pada umumnya, banyak pebisnis pemula yang menghindari jenis budidaya seperti ini. mereka berjalan karena bisnis ini memiliki resiko yang tinggi dan mereka langsung terbayang akan repotnya melakukan budidaya ikan. Tapi, perlu Anda ketahui bahwa melakukan budidaya ikan patin tidak sesulit yang Anda bayangkan. Berikut ini adalah tips mudah untuk melakukan budidaya ikan patin agar bisa cepat panen.

1. Mencari Lokasi yang Tepat

Lokasi adalah hal yang paling utama dalam melakukan budidaya ikan patin, alasannya karena ikan patin pada dasarnya mempunyai habitat asli di alam bebas atau sungai yang mengalir. Oleh karena itu, Anda harus bisa memahami syarat lokasi yang tepat untuk melakukan budidaya ikan patin. Untuk itu, beberapa saran yang bisa kami berikan untuk memilih budidaya ikan patin adalah sebagai berikut:

  • Pilihlah lokasi budidaya ikan patin pada jenis tanah yang lempung, karena jenis tanah ini sangat cocok untuk dijadikan kolam.
  • Pastikan kolam tersebut memiliki tempat yang terbuka dan mendapatkan sinar matahari langsung.
  • Untuk kualitas air, usahakanlah untuk menjaga kebersihan air kolam, artinya tidak keruh ataupun tidak tercemari limbah yang bisa membahayakan ikan.
  • Jagalah suhu kolam agar tetap ideal, yakni sekitar 26-28 derajat celcius.
  • Jagalah suhu PH air dengan tingkat keasaman sekitar 6,5 hingga 7.
  • Pilihan lokasi lainnya yang bisa Anda pilih untuk melakukan budidaya ikan ini adalah pada kolam model keramba. Hal tersebut bisa Anda lakukan jika lingkungan Anda berada dekat dengan sungai, bendungan, ataupun model irigasi lainnya yang tidak memiliki arus yang besar.
  • Bentuk kolamnya sendiri bisa Anda buat layaknya ternak lele, karena pada dasarnya melakukan budidaya ikan ini sama dengan melakukan budidaya ikan lele.

2. Pilih Bibit yang Baik

Faktor lainnya untuk bisa sukses melakukan budidaya ikan patin adalah dengan memilih bibit ikan patin itu sendiri. Apabila Anda baru menjalankan budidaya ikan ini, kami sarankan agar Anda menggunakan bibit yang dibeli langsung dari peternak. Kenapa, selain lebih cepat, kualitas bibit dari peternak juga sudah tidak perlu Anda ragukan lagi. Setelah berhasil melakukan budidaya ikan patin, maka Anda bisa belajar memijah bibit ikan patin sendiri. Setidaknya, ada 4 faktor penting yang harus Anda perhatikan dalam memilih bibit ikan patin, yaitu:

1. Cermatilah fisik bibit ikan atau kesehatan ikan. Bibit ikan yang baik memiliki ukuran tubuh yang proporsional, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran kepala dan tubuh yang seimbang.
  • Memiliki pergerakan yang lincah, tidak ada luka, ukuran sungut sempurna, dan warna tubuhnya cerah dan mengkilat.

2. Pilihlah ukuran benih ikan patin yang seragam atau sama, hal tersebut demi menghindari kasus kanibal walaupun hal tersebut sangat jarang terjadi.

3. Pastikanlah Anda memilih bibit ikan yang berasal dari induk yang unggul, bukan hasil dari pemijahan atau dari kekerabatan yang dekat (inbreeding).

4. Tanyakan juga kondisi kesehatan ikan pada penangkarnya, apakah ikan tersebut pernah mengalami penyakit tertentu atau tidak. Selain itu, Anda juga harus menanyakan bagaimana cara mereka memperlakukan bibit sebelumnya. Apakah dirawat dengan menggunakan probiotik, vitamin, atau antibiotik tertentu.

3. Pemeliharaan yang Tepat

Walaupun budidaya ikan patin bisa dilakukan secara cepat, tapi Anda juga harus melakukan pemeliharaan secara tepat agar ikan patin yang Anda budidayakan bisa dipanen secara tepat waktu dan juga mempunyai ukuran yang besar dan memiliki kualitas baik. Setidaknya ada tiga hal yang harus Anda perhatikan ikan patin yang Anda budidayakan bisa tumbuh dengan baik dan maksimal, yaitu:

  1. Usahakanlah untuk bisa mengaliri air kolam dari sumbernya langsung dan juga terjaga kebersihannya. Apabila kadar keasaman air kolam terlalu tinggi, berikanlah kapur agar tingkat keasamannya menjadi stabil
  2. Lakukan pemupukan terlebih dahulu sebelum bibit ikan di masukan ke kolam. Tujuannya adalah agar pertumbuhan ikan bisa terangsang dengan pakan alami yang diperlukan oleh ikan.
  3. Berikanlah pakan secara bertahap, yaitu di pagi dan sore hari. Untuk bibit ikan baru, sebaiknya jangan langsung diberikan pelet, biarkanlah bibit ikan memakan zooplankton yang sudah ada di dalam kolam.
  4. Setelahnya, baru Anda bisa memberikan pelet secara bertahap. Jumlah pemberian pakan ikan pun harus bisa disesuaikan dengan perkembangan ikan. Idealnya, jumlah persentase pemberian pakan adalah 3-5% dari berat badan ikan patin.

4. Penanganan Hama dan Penyakit

Salah satu masalah dalam melakukan budidaya ikan patin adalah adanya hama atau penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, Anda bisa mencegah hama yang masuk dengan memberikan lampu penerangan di sekitar kolam. Biasanya, hama akan enggan masuk ke kolam yang disinari oleh lampu. Untuk penyakit, biasanya ikan patin memiliki penyakit akibat infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena adanya gangguan faktor lain diluar patogen. Penyakit ini tidak menular. Sedangkan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi biasanya akan timbul karena adanya gangguan organisme atau patogen. Untuk itu, Anda harus rajin membasmi hama dan juga penyakit ikan secara tepat agar ikan patin Anda bisa tumbuh dengan kualitas yang baik.

5. Proses Panen yang Tepat

Tips terakhir yang biasa Anda lakukan adalah memanen ikan dengan proses yang tepat agar ikan tidak mengalami kerusakan, kematian atau cacat. Untuk itu, hindari penangkapan ikan dengan jala apung, karena hal tersebut bisa membuat ikan patin mengalami luka. Cara terbaiknya adalah dengan menggiring ikan dari hilir hingga ke hulu kolam. Sehingga, jika digiring dengan menggunakan kere, maka ikan patin secara otomatis akan terpojok pada bagian hulu. Proses pemanenan seperti ini terbukti sangat menguntungkan karena ikan patin tetap akan memperoleh ikan yang segar, sehingga resiko kematian ikan bisa diminimalisir. Perlu Anda ketahui bahwa para konsumen ikan patin lebih menyukai ikan patin yang masih segar dan hidup, untuk itu, usahakanlah untuk menjual ikan patin dalam kondisi hidup.

Penutup

Bagaimana, cukup mudah kan untuk melakukan budidaya ikan patin? Cara diatas adalah cara yang paling ampuh dan paling mudah untuk melakukan budidaya ikan patin agar cepat panen. Namun, didalamnya Anda harus tetap mengelola keuangan Anda dengan tepat dan baik agar bisnis budidaya ikan patin Anda bisa sukses. Nah, untuk memudahkan Anda dalam mengelola keuangan, Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi dari Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terbaik seperti otomasi pembukuan, manajemen aset, pembuatan laporan keuangan, penghitungan dan pelaporan pajak, multi gudang, proses rekonsiliasi bank otomatis dan masih banyak lagi. Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online sebagai software akuntansi bisnis Anda secara gratis selama 30 hari.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×