skip to Main Content
Promo berlangganan Accurate Online dengan diskon hingga 25%

Pengertian, Cara, dan Tujuan Analisis Usaha dalam Pengembangan Usaha

Jika Anda sedang berencana membangun sebuah bisnis, penting melakukan analisis usaha sebelum menjalankan bisnis yang sukses dan berkelanjutan. Hal ini tentu berlaku untuk semua jenis usaha tak memandang skala kecil maupun besar. Jika Anda memiliki modal awal yang besar, ada baiknya jika Anda  merekrut para pakar untuk melakukan analisi terhadap bisnis yang akan dibangun. Namun, bagi para pengusaha pemula dan memiliki modal tidak terlalu banyak, jangan khawatir, Anda  dapat melakukannya sendiri dengan membaca  artikel berikut ini.

Pengertian Analisis Usaha

Analisis usaha adalah sebuah analisa yang berupa kegiatan melakukan perencanaan, meriset, memprediksi, mengevaluasi kegiatan usaha atau bisnis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui atau menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi ketika proses bisnis dijalankan, karena  dalam sebuah usaha pasti memiliki resiko. Resiko yang terburuk pun dapat diminimalisir bahkan diantisipasi dengan melakukan analisis usaha. Analisis tersebut juga bisa digunakan untuk meningkatkan keuntungan dan tujuan utama sebuah bisnis. Ya, sebenarnya sebuah analisis diperlukan untuk mengenal lebih dalam sebuah bisnis dari segala sisi. Sebuah analisa yang baik biasanya akan memperlihatkan analisis sebuah bisnis dari semua aspek dan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Mulai dari faktor internal hingga faktor eksternal. Faktor internal biasanya berhubungan dengan proses produksi, penentuan harga, bahan baku, dan jobdesk dari karyawan. Kemudian untuk faktor eksternal akan berhubungan dengan pemasaran ke pelanggan, saluran distribusi, geopolitik, dan masih banyak lagi.

Cara Melakukan Analisis Usaha

Untuk menganalisis sebuah usaha, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Ada tujuh hal yang wajib dilakukan agar sebuah usaha dapat semakin berkembang dan bertahan pada ekosistem ekonomi yang sulit. Dengan melakukan sebuah analisa usaha maka resiko terjadinya kegagalan dapat diatasi. Serta, hambatan dalam sebuah usaha dapat diprediksi serta ditanggulangi sebelum menimbulkan kerugian yang besar. Berikut adalah tujuh hal mendasar yang bisa Anda lakukan dalam menganalisa usaha Anda:

1. Tentukan Peluang Usaha dengan Analisis SWOT

Cara pertama dalam sebuah analisis usaha adalah menentukan peluang usaha yang memungkinkan dapat dilaksanakan dengan analisis SWOT. Ya, analisis SWOT yang merupakan analisis secara keseluruhan mulai dari kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan hambatan. Analisis ini dilakukan untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam sebuah usaha. Selain potensi, kelemahan dari sebuah usaha dapat diantisipasi dengan mencari jalan keluar terlebih dahulu. Kemudian untuk kesempatan dan hambatan ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh sebuah bisnis. Munculnya kesempatan dan hambatan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung suatu bisnis. Sebagai contoh usaha kedai kopi namun lokasi di rumah yang terletak di kawasan perkampungan. Untuk kesempatan yang ada dengan membuka layanan take away karena toko tersebut berada di depan jalan raya. Sedangkan untuk hambatan, karena akses yang cukup susah, pemilik kedai kopi bisa menggunakan layanan pesan antar untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Antisipasi Ancaman Bisnis Terlebih Dahulu Dengan Inovasi

Berikutnya, setelah melakukan analisis SWOT, dalam analisis usaha penting untuk mempersiapkan diri dengan solusi dari semua tantangan yang ada. Dengan melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi akan resiko-resiko yang terjadi, sebuah bisnis akan dapat bertahan bahkan dalam kondisi sulit pun. Biasanya tantangan berupa kesempatan dan hambatan bisnis yang ada terjawab melalui inovasi-inovasi baru. Inovasi tersebut merupakan bentuk antisipasi pengusaha terhadap ancaman-ancaman bisnis yang mungkin akan terjadi pada usahanya.

3. Tentukan Target Pasar

Dalam sebuah usaha, menentukan target pasar adalah hal yang wajib dilakukan. Walaupun target pasar untuk sebuah bisnis bisa semua kalangan, namun ada baiknya bila target pasar dikategorikan berdasarkan rentang umur, pekerjaan, dan minat. Hal ini diperlukan untuk membuat konten promosi dan pemasaran yang tepat sasaran. Sebagai contoh kedai kopi pada umumnya memang dapat dinikmati berbagai kalangan. Namun untuk menu-menu tertentu bisa ditargetkan pada kalangan tertentu. Misalnya, jenis latte lebih diminati oleh rentang usia anak-anak hingga dewasa, biasanya membeli take away atau melalui layanan pesan antar, mayoritas pembelinya merupakan mahasiswa dan pekerja kantoran milenial. Nah, setelah mengetahui segmen pasar, maka akan semakin mudah untuk merambah kalangan tersebut dengan media sosial. Terutama melalui konten-konten di platform Instagram, Facebook, dan masih banyak lagi.

4. Hitung Anggaran Dana

Selanjutnya, dalam sebuah bisnis tentu harus merencanakan anggaran dana yang dibutuhkan mulai dari proses produksi hingga barang sampai ke tangan pelanggan. Hal yang harus diperhitungkan dalam sebuah usaha adalah biaya untuk bahan baku, tenaga karyawan, biaya pemasaran,biaya energi yang dibutuhkan seperti listrik, gas, kayu bakar, dsb. Setelah menghitung biaya untuk proses produksi, berikutnya adalah menghitung laba yang ditargetkan. Mulai dari 30%, 50%, bahkan sampai 100% untuk laba yang ditargetkan berdasarkan HPP. Kemudian biaya pemasaran biasanya dihitung di pos khusus karena dengan perhitungan biaya pemasaran diperuntukan untuk menjaring pasar yang lebih luas. Tak lupa biaya yang dikeluarkan untuk biaya yang dikeluarkan dalam proses pendistribusian seperti pengiriman. Serta, biaya untuk maintenance database pelanggan yang pernah membeli produk atau jasa. Semua biaya tersebut harus dirinci secara detail. Untuk memudahkan Anda dalam membuat penganggaran usaha dan pemantauan keuangan usaha, ada baiknya jika menggunakan sistem akuntansi yang memudahkan proses pembukuan, pengelolaan anggaran, pencocokan transaksi sampai memantau stok produk Anda nantinya.

Salah satu software akuntansi yang sudah tebukti dan digunakan oleh lebih dari 300 ribu jenis bisnis di Indonesia adalah Accurate Online. Dengan mengggunakan Accurate Online, Anda bisa memantau kesehatan finansial usaha dimanapun dan kapanpun Anda mau. Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba semua fitur yang ada di Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

5. Rencanakan dan Lakukan Promosi

Langkah selanjutnya adalah merencanakan pemasaran dan kegiatan promosi yang baik. Lalu, laksanakan rencana pemasaran dan promosi tersebut agar tepat sasaran. Sehingga, biaya untuk pemasaran dan promosi tidak dikeluarkan dengan sia-sia. Karena promosi dan pemasaran tersebut sebenarnya dilakukan untuk meningkatkan angka penjualan demi menaikkan nilai laba yang ditargetkan sebelumnya. Bila promosi dan pemasaran dilakukan tidak terarah dan tidak direncanakan dengan matang, maka akan menhasilkan hal yang sia-sia dan hanya menjadi pemborosan karan biaya yang dikeluarkan.

6. Minta Saran Dan Kritik dari Para Pelanggan

Saran dan kritik dari pelanggan akan menambah nilai plus bagi sebuah bisnis. Karena pelanggan akan merasa diperhatikan dan bernilai bagi sebuah bisnis. Ya, hal ini penting karena sebuah bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari pelanggan loyalnya. Saran dan kritik pelanggan biasanya akan menjawab tantangan bisnis yang ada sekaligus menentukan arah perkembangan bisnis yang lebih baik. Selain itu, dengan meminta saran dan kritik pelanggan akan meningkatkan customer engagement sehingga mampu meningkatkan brand awareness sebuah bisnis di masyarakat.

7. Lakukan Evaluasi Setiap Bulan

Dari semua poin analisis usaha, jangan lupa untuk melakukan evaluasi setiap bulannya. Evaluasi ini dilakukan mulai dari proses produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan. Tak lupa juga, evaluasi dari pelanggan berupa kritik dan saran yang membangun juga harus diperhatikan demi keberlangsungan usaha. Evaluasi yang rutin setiap bulan akan menjadi tolak ukur seberapa efektifkah proses bisnis yang saat ini telah dilakukan. Hasil evaluasi dari bulan ke bulan akan menunjukkan hasil mengenai seberapa efektifkah cara-cara yang saat ini dipakai dalam sebuah proses bisnis.

Tujuan Analisis Usaha

Tujuan dari sebuah analisis usaha adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan menentukan solusi untuk masalah bisnis Analisa juga berfungsi sebagai acuan bagi pengusaha untuk mengambil keputusan tentang usahanya. Keputusan ini didasari oleh hasil analisa dan data yang menunjukkan resiko-resiko yang akan timbul di kemudian hari. Selain itu, analisis ini akan menunjukkan kelebihan yang menjadi kekuatan dalam sebuah bisnis. Serta, hasil analisis juga menampilkan kekurangan yang dapat diminimalisir dengan mempersiapkan solusi dari kelemahan bisnis tersebut. Maka, analisa bisnis dan usaha dapat dikatakan sebagai peta strategi dalam berperang di dunia bisnis. Nah, informasi mengenai analisis usaha ini cukup mudah dipahami dan dipraktekkan bukan? Segera mulai lakukan analisis bisnis yang sedang digeluti saat ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bisnis dan usaha Anda dimasa depan.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×