fbpx
skip to Main Content
Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Mengajukan Pinjaman P2P Lending

Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Mengajukan Pinjaman P2P Lending

Kehadiran fintech pinjaman peer-to-peer (P2P) lending kini memberi kemudahan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam memperoleh tambahan modal usaha. Hanya saja, Anda perlu cermat dalam memilih layanan pinjaman online tersebut. Apalagi, banyak yang mengaku sebagai korban fintech P2P lending karena tumpukan utang yang menggunung dan teror debt collector yang tak mengenal waktu dan etika.

Cara untuk menghindarkan diri dari risiko tumpukan utang yang seolah tidak pernah habis dan ancaman debt collector tidak terlalu sulit. Ada 5 tips yang bisa Anda terapkan kalau ingin mengajukan pinjaman kepada fintech P2P lending, yaitu:

  1. Pilih startup P2P lending yang terdaftar di OJK

P2P Lending

Faktor pertama yang perlu Anda perhatikan ketika menggunakan layanan pinjaman online adalah memeriksa legalitasnya. Setiap fintech yang menjalankan usahanya di Indonesia, wajib melakukan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau Anda mendapati fintech ternyata masih belum terdaftar di OJK, batalkan pengajuan pinjaman.

Cara untuk memeriksa legalitas fintech di OJK juga cukup mudah. Anda dapat menemukan informasi ini lewat situs resmi OJK. Pihak OJK akan melansir data terkait fintech legal yang beroperasi di Indonesia secara rutin. Per tanggal 7 Agustus 2019, total terdapat 127 fintech yang telah tercatat di OJK. Di OJK, Anda juga bisa mengetahui apakah fintech tersebut menjalankan usahanya dengan sistem konvensional atau syariah.

  1. Perhatikan tingkat kebutuhan dana

Saat akan mengajukan pinjaman kepada fintech, Anda juga perlu menimbang tingkat kebutuhan dana tersebut. Apakah kebutuhan dana memang krusial dan harus dilakukan dalam waktu dekat? Jangan sampai Anda mengajukan pinjaman hanya karena tergiur dengan kemudahan pencairan dana serta bunga kecil. Kalau hal ini berlangsung secara terus-menerus, Anda bisa mengalami kesulitan dalam membayar cicilannya.

  1. Cek tingkat bunga pinjaman

P2P Lending

Jangan lupa pula untuk mengecek tingkat bunga yang harus Anda bayarkan setiap bulan kepada fintech. OJK menetapkan aturan bahwa bunga pinjaman fintech berada pada kisaran 1,5% sampai 2,5% per bulan. Kalau beban bunga yang ditawarkan fintech lebih besar dari angka tersebut, Anda perlu mempertimbangkan untuk mengajukan ke layanan pinjaman online lain.

  1. Perencanaan bisnis yang matang

P2P Lending

Dalam proses pengajuan dana pinjaman kepada fintech P2P lending, Anda juga perlu merancang rencana bisnis yang matang. Perencanaan bisnis tersebut sangat penting dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan dana pinjaman.

  1. Kondisi keuangan usaha

P2P Lending

Faktor yang tak kalah penting berikutnya adalah dengan memperhatikan kondisi keuangan usaha. Hal ini hanya bisa Anda lakukan kalau terbiasa melakukan pencatatan kondisi finansial usaha secara rapi.

Untuk bisa memperoleh laporan keuangan usaha yang rapi dan detail, tidak terlalu sulit, lho! Bahkan, proses penyusunannya dapat dilakukan oleh pengusaha pemula sekalipun. Caranya adalah dengan memanfaatkan aplikasi akuntansi online berbasis cloud.

Rekomendasi aplikasi akuntansi online yang bisa Anda gunakan secara mudah adalah Accurate Online. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai modul yang dapat digunakan secara langsung untuk menyusun laporan keuangan lewat berbagai jenis perangkat, termasuk handphone, tablet, ataupun komputer.

Oh iya, Anda punya kesempatan untuk mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis. Dengan trial gratis selama 30 hari, Anda bisa merasakan secara langsung berbagai kemudahan berkat penggunaan Accurate Online.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top