skip to Main Content
Safety Stock Dalam Manajemen Persediaan, Perlu Atau Tidak?

Safety Stock dalam Manajemen Persediaan, Perlu atau Tidak?

Pernah mendengar istilah safety stock?

Persediaan minimal ini harus ada agar operasional perusahaan berjalan normal. Selain sebagai indikator manajemen persediaan yang baik, safety stock juga menekan risiko perusahaan kehabisan stok barang sewaktu-waktu. Data persediaan barang siap jual bisa Anda telusuri hingga informasi paling detil jika perusahaan memakai software Accurate 5.

Lebih lanjut, safety stock merupakan persediaan yang perlu Anda siapkan guna mengantisipasi ketidakpastian. Jika situasi serba pasti, safety stock bisa saja tidak Anda perlukan. Namun, situasi demikian nyaris mustahil, bukan? Maka, elemen ketidakpastian ini berpengaruh pada perhitungan safety stock.  Berikut 3 elemen yang perlu Anda pertimbangkan saat menghitung safety stock.

Variasi Permintaan

Manajemen Persediaan

Ketidakpastian permintaan selalu ada. Bahkan, dalam satu minggu, permintaan hari Senin dan Selasa bisa berbeda. Artinya, faktor ini tidak pernah bersifat konstan. Variasi permintaan ini harus Anda masukkan sebelum menentukan besaran safety stock. Satu hal yang perlu Anda cermati, semakin besar variasi permintaan, semakin besar safety stock yang harus Anda siapkan.

Apabila perusahaan menjalani sistem pembukuan dengan Accurate 5, tren permintaan tersebut bisa Anda lihat dengan mudah dari laporan keuangan. Anda tidak perlu membuka laporan satu per satu, karena semua informasi keuangan perusahaan sudah terdokumentasi rapi dalam satu sistem.

Leadtime

Manajemen Persediaan

Dalam manajemen persediaan, leadtime mengacu pada durasi waktu sejak pesanan dilakukan hingga pemesan menerima pesanan tersebut. Semakin lama leadtime, semakin besar pula stok yang harus Anda siapkan.

Service Level

Manajemen Persediaan

Service level dapat Anda artikan ketika pelanggan membutuhkan sesuatu dari penjual, tetapi stok tidak ada, sehingga penjual gagal memenuhi permintaan pelanggan. Misalnya, dari 100 permintaan, penjual hanya bisa menyanggupi 90 kali, maka service level adalah 90%.

Kondisi ideal service level memang 100%. Namun, selalu ada kondisi permintaan gagal terpenuhi, misalnya karena jumlah tidak mencukupi, kualitas produk menurun, hingga waktu pemrosesan atau layanan terhambat.  Jadi, semakin tinggi perusahaan Anda menetapkan service level, semakin tinggi pula safety stock.

Sebagai catatan, ketiga elemen itu harus memiliki satuan sama. Jika perhitungan memakai data bulanan, maka leadtime pun dinyatakan dalam bulan. Demikian pula jika Anda menggunakan data variasi permintaan mingguan. Kini, Anda bisa memahami bahwa safety stock bukan sekadar stok minimal semata. Safety stock juga berbeda dengan reorder point, atau variabel kapan Anda perlu memesan suatu barang kembali.

Justru stok pengaman ini berperan penting dalam manajemen persediaan sebagai bentuk antisipasi ketidakpastian pasar. Risiko terjadinya kekurangan barang akibat permintaan lebih tinggi atau keterlambatan pengiriman bisa Anda tekan.

Fitur Inventori dalam software Accurate 5 akan membantu manajemen persediaan perusahaan, termasuk memperkirakan besaran safety stock yang perlu Anda siapkan. Jadi, tak perlu ragu lagi untuk memasang Accurate Software sekarang juga kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top